Penjualan Turun Setelah Pandemi Covid-19, Begini Curhatan Nelangsa Pedagang Pasar Ngudi Rejeki
Suasana lantai
2 Pasar Ngudi Rejeki yang sepi pembeli, Jum’at (26/2/2023).
(Foto: Marcella
Wahyu)
SURAKARTA – Pandemi Covid-19 yang
sudah 2 tahun lebih lamanya melanda Indonesia, ternyata juga berdampak besar
terhadap para pedagang di Kota Surakarta. Salah satu korban adalah para
pedagang di Pasar Ngudi Rejeki Gilingan lantai dua.
“Saat ini tuh jualan baju yang
penting bisa buat makan sehari. Udah nggak peduli untung atau ruginya, soalnya
kan ada yang jual barang ke kita juga karena ekonomi mendesak, jadinya kita
timbal baliknya juga sama," ujar Darmi, salah satu penjual pakaian thrift di Pasar Ngudi Rejeki Gilingan,
pada Minggu (26/02).
Menurut Darmi, penjualan baju
mengalami penurunan yang signifikan setelah adanya pandemi Covid-19. Hal ini
bisa jadi disebabkan pembeli yang lebih memilih membeli kebutuhan pokok,
daripada berburu pakaian thrift yang
bukan termasuk kebutuhan primer.
“Ya kan sekarang tuh banyak pembeli
yang beli baju aja milihnya lama banget terus cuma beli sebiji dua biji itupun
dicari yang bagus, abis itu mereka jual online.
Kalau daster-daster, kebaya, atau pakaian yang buat mereka kelihatan kuno ya
udah nggak bakal dilirik. Kalau nggak dilirik gitu, udah jelas banget susah
kejual, jatuhnya juga jadi rugi,” aku Darmi.
Adanya pasar serupa juga menjadi
penyebab lain turunnya penjualan di Pasar Ngudi Rejeki Gilingan. Pesaing ini
berasal dari online shop serta pasar thrift lain di Kota Surakarta.
“Kalau untuk untung sih bisa
dibilang nggak juga tapi kalau rugi ya nggak serugi itu. Yang sekarang dipikir
ya penting sehari itu ada pendapatan buat makan. Soalnya saya sendiri jual
bajunya tuh dari harga Rp 1.350,00 – Rp 30.000,00. Itupun saya udah ambil
untung sekecil-kecilnya,” ungkap Dwi, salah seorang pedagang baju thrift.
Menurut pengakuan seorang pembeli
disapa Tri, mengungkapkan dia membeli di pasar ini berdasarkan pesanan
pelanggannya. Hal ini menjadikan pembelian di Pasar Ngudi Rejeki Gilingan hanya
sebanyak satu hingga beberapa pasang pakaian.
"Saya beli di Pasar Ngudi
Rejeki itu karena harga jualnya murah. Jadi kalau dijual lagi bakal dapat
untung. Kalau untuk pedagang di pasar sini dapet untung atau nggak, saya jujur
aja kurang tau. Soalnya, ini pasar sekarang juga sepi sekali," ujar Tri.
Disusun oleh kelompok 8:
1. Arum Yuliana (B0222008)
2, Marcella Wahyu Kristiyani (B0222042)
3. Mentari Nurlita Ramadhan (B0222044)
4. Murni Kartika Sari (B0222050)
5. Nur Hidayah (B0222062)

Komentar
Posting Komentar